Susunan Kabinet Kerja 2014 - 2019



 Dengan mengenakan kemeja putih , hari ini, Minggu(26/10/2014), Joko Widodo akhirnya mengumumkan ke 34 menterinya yang diklaimnya sebagai kabinet yang bersih. Menurut Joko Widodo, pemilihan menteri ini dilakukan secara hati – hati dan cermat berdasarkan berbagai pertimbangan. Salah satu pertimbangan tersebut adalah dengan melihat hasil rekomendasi dari KPK dan PPATK. Menteri – menteri bentukan Joko Widodo tersebut 13 berasal dari partai politik, sedangan 21 lainnya berasal dari kaum profesional. Berikut nama – nama menteri bentukan Joko Widodo yang di sebut sebagai Kabinet Kerja :

  1. Menteri Koordinator Polhukam : Tedjo Edhi
  2. Menteri Koordinator  Kemaritiman : Indroyono Soesilo
  3. Menteri Koordinator Perekonomian : Sofjan Djalil
  4. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan : Puan Maharani
  5. Menteri Sekretaris Negara : Pratikno
  6. Menteri Kelautan dan Perikanan : Susi Pudjiastuti
  7. Menteri Perhubungan : Ignasius Jonan
  8. Menteri Pariwisata : Arief Yahya
  9. Menteri BUMN : Rini Soemarno
  10. Menteri Koperasi UKM : Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga
  11. Menteri Perdagangan : Rahmat Gobel
  12. Menteri Pertanian : Amran Sulaiman
  13. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat : Basuki Hadimuljono
  14. Menteri Kesehatan : Nila F Moeloek
  15. Menteri Agama : Lukman Hakim Saifudin
  16. MenteriPemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak : Yohana Yembise
  17. Menteri Pemuda dan Olahraga : Imam Nahrawi
  18. Menteri Bappenas : Andrinof Chaniago
  19. Menteri ESDM : Sudirman Said
  20. Menteri Dalam Negeri : Tjahyo Kumolo
  21. Menteri Hukum dan HAM : Yasonna H. Laoly
  22. Menteri Perindustrian : Saleh Husin
  23. Menteri Lingkungan dan Kehutanan : Siti Nurbaya
  24. Menteri Sosial : Khofifah Indar Parawangsa
  25. Menteri Ristek dan Dikti : M. Nasir
  26. Menteri  Pertahanan : Ryamizard Ryacudu
  27. Menteri Budaya dan Pendidikan Dasar - Menengah : Anis Baswedan
  28. Menteri PDT dan Transmigrasi : Marwan Jafar
  29. Menteri Komunikasi dan Informasi : Rudiantara
  30. Menteri Ketenagakerjaan : M. Hanif Dhakiri
  31. Menteri Agraria dan Tata Ruang : Ferry Mursidan Baldan
  32. Menteri Luar Negeri : Retno Lestari P. Marsudi
  33. Menteri PAN Reformasi Birokrasi : Yuddy Chrisnandi
  34. Menteri  Keuangan : Bambang Brodjonegoro
 

Beberapa Fakta Tentang Tahun Hijriah

Alhamdulillah, tulisan ini adalah tulisan ke 100 yang ada diblog ini. Tulisan ini dibuat bertepatan dengan tahun baru  1436 H. Dalam kesempatan ini saya ucapkan "Selamat Tahun Baru Hijriah Untuk Seluruh Muslim di Dunia". Maka, dalam tulisan ini saya ingin membahas tentang informasi yang berkaitan dengan tahun baru hijriah.
Berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari hasil pencarian di google, ternyata terdapat beberapa fakta tentang tahun hijriah yang sebelumnya tidak saya ketahui. Dan sudah sepatutnya kita yang beragama Islam mengetahui tentang beberapa fakta tersebut. Beberapa fakta tersebut antara lain :
  1. Tahun pertama hijriah dimulai dari peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah.
BACA SELANJUTNYA

Rubrik dan Instrumen PK Guru

Beberapa hari yang lalu saya sempat memposkan format Daftar Usul Penetapan Angka Kredit PNS yang baru. Mungkin diantara rekan - rekan PNS masih ada yang bingung ketika harus mengisi kolom - kolom tersebut. Nah pada kesempatan ini saya coba ingin berbagi cara mengisi Unsur Utama pada kolom poin 2. A yaitu Melaksanakan Proses Pembelajaran. Kolom ini berbeda jika dibandingkan dengan format penetapan angka kredit yang sebelumnya. Untuk mengisi kolom ini, maka akan dikenal istilah baru yaitu Penilaian Kinerja Guru atau PK Guru. Kolom ini adalah hasil dari PK Guru tersebut.
Untuk lebih jelasnya, silahkan Download Contoh PK Guru di bawah ini :

Download Rubrik dan Instrumen PK Guru

Berdasarkan PK Guru tersebut, maka halaman Hasil Penilaian Kinerja akan muncul Kategori Knerja Guru. Dari kategori tersebut, akan dikonversikan ke dalam angka kredit. Lihat contohnya dari hasil PK Guru di atas. Dengan Asumsi Kategori "Amat Baik", kenaikan pangkat dari III.b ke III.c, maka angka kredit yang diperoleh adalah 11,88. Nah angka ini lah yang nanti dimasukan pada kolom Daftar Usul Penetapan Angka Kredit pada kolom poin 2. A yaitu Melaksanakan Proses Pembelajaran.
Selanjtunya angka ini juga yang akan dijadikan dasar dalam menghitung angka kredit jika bertudas sebagai wali kelas dan sejenisnya.

Peringat Kekuatan Militer Indonesia Di Dunia Tahun 2014

Panglima TNI, Jenderal Moeldoko, sumber: google.com
Pada tanggal 06 Oktober 2014 yang lalu, TNI memperingati hari ulang tahunnya dengan pameran besar-besaran alat utama sistem persenjataan. TNI pun mengklaim bahwa modernisasi persenjataan Indonesia pada tahun ini sudah melampaui target. Diperkirakan hingga Rp 150 triliun dihabiskan pemerintah pada tahun 2014 ini dihabiskan untuk anggaran pertahanan. Modernisasi ini adalah dalam rangka mengejar ketertinggalan persenjataan Indonesia di banding negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Dan menurut beberapa pengamat, hal ini juga dipicu dari adanya ketegangan di wilayah Laut Cina Selatan.
Terlepas dari peringatan tersebut, dalam tulisan ini akan disajikan urutan atau peringkat militer Indonesia pada tahun 2014 ini.  BACA SELANJUTNYA

Islam di Cina

Subhanaallah, setelah membaca sebuah artikel di bbc.co.uk, ternyata Cina yang terkenal sebagai negara Ateis, memiliki jumlah muslim yang cukup banyak yaitu sekitar 1,8 % dari total penduduk Cina atau sebanyak 20 juta penduduk Cina beragama muslim. Jumlah tersebut setara dengan jumlah penduduk Yaman atau delapan kali dari jumlah penduduk Inggris.
Komunitas muslim terbanyak tinggal di daerah Xianjing. Ditempat ini banyak sekali peninggalan Islam. Salah satunya yang menjadi objek wisata adalah Masjid Niu Jie yang dibangun pada tahun 996. Masjid ini merupakan masjid tertua dan terbesar di Beijing.
Semoga di negara - negara lain pun Islam mendapatkan tempat di hati masyarakatnya. Amin.

Format Pengajuan Penetapan Angka Kredit

Buat rekan - rekan PNS yang mungkin membutuhkan format Daftar usul penetapan angka kredit yang baru sebagai syarat kenaikan pangkat, nih saya bagikan formatnya.

Format ini saya gunakan untuk kenaikan pangkat di wilayah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang.

Lebih jelas, lihat Format Daftar Usul Penetapan Angka Kredit di bawah ini.

FORMAT DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PNS

Sejarah Perjalanan Uang Kertas di Indonesia sejak tahun 1945

 
Uang Rp 100 tahun 1984
Uang Rp 100 tahun 1984

Uang Rp 500 tahun 1988

Uang Rp 500 tahun 1988

Uang Rp 1000 tahun 1987

Uang Rp 1000 tahun 1987

Uang Rp 5000 tahun 1986

Uang Rp 5000 tahun 1986

Untuk melihat foto atau gambar uang lainnya serta untuk mengetahui sejarah uang lebih lengkap, klik nih blog sebelah BACA SELANJUTNYA

Permendikbud No. 45 Tahun 2014 tentang Seragam Sekolah

Mungkin sebagian dari kita punya pertanyaan tentang mengapa di negara kita pakaian sekolah harus di seragamkan? Padahal diluar negeri sana, banyak pakaian sekolah siswa yang tidak menggunakan seragam. Nah, agar tidak penasaran, ini dia tujuan pemerintah menyeragamkan pakaian sekolah :
1. Menanamkan dan menumbuhkan rasa nasionalisme, kebersamaan, serta memperkuat persaudaraan sehingga dapat menumbuhkan semangat kesatuan dan persatuan dikalangan peserta didik
2. Meningkatkan rasa kesetaraan tanpa memandang kesenjangan sosial ekonomi orang tua/wali perserta didik
3. Meningkatkan disiplin dan tanggungjawab peserta didik serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku
4. Menjadi acuan bagi sekolah dalam menyusun tata tertib dan disiplin peserta didik khususnya yang mengatur tentang seragam sekolah.
Seragam SMP yang baru (tahun 2014)

Selanjutnya, ataas dasar itu pemerintah melalui Kemenmtrian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun ini mengeluarkan Permendikbud No. 45 tentang Seragam Sekolah sebagai acuan bagi seluruh sekolah yang ada di Indonesia. Untuk mengetahui lebih lengkap aturan tersebut, silahkan klik link di bawah ini

Permendikbud No. 45 Tahun 2014 tentang Seragam Sekolah
Lampiran I Permendikbud No. 45 Tahun 2014 tentang Seragam Sekolah
Lampiran II Permendikbud No. 45 Tahun 2014 tentang Seragam Sekolah

Arti Nomor Polisi atau Plat Kendaraan atau Nomor Seri Kendaraan

Gara - gara tidak bisa tidur, ya sudah iseng aja nulis di blog. Kali ini saya mau nulis tentang apa pun masih bingung. Untung keingetan dengan artikel yang kemarin saya baca, yaitu tentang nomor polisi kendaraan.

Mungkin ada diantara kita penasaran atau belum tahu apa sih arti dari huruf dengan kombinasi angka yang ada pada nomor kendaraan atau plat nomor. Semisal, nomor polisinya A 6547 VU. Mungkin sebagian dari kita sudah paham betul kalau huruf A di awal tersebut menunjukan kode wilayah Serang dan sekitarnya. Lalu apa arti angka dan huruf dibelakangnya?
Nah ternyata, usut punya usut ternyata benar huruf di awal menunjukan kode wilayah yaitu Banten meliputi Serang, Pandeglang, Lebak dan Cilegon. Sedangkan nomor atau angka menunjukan nomor polisinya. Angka 6 di awal menunjukan kalau kendaraan tersebut adalah roda dua.Lebih jelasnya lihat penggunaan nomor polisi dibawah ini :
BACA SELANJUTNYA

Kriteria Hewan Kurban (Qurban) Yang Baik


Menjelang Idul Adha, mungkin banyak di antara umat muslin yang hendak melaksanakan ibadah kurban. Nah, dalam berkurban (qurban), ada beberapa aturan yang tentu saja harus kitra ketahui agar kurban yang kita lakukan sesuai syariat. Berikut ini beberapa kriteria hewan kurban yang harus dipenuhi :

BACA SELANJUTNYA

Daftar Plat Nomor Pejabat Negara di Indonesia

Pernah melihat mobil para pejabat? Suka memperhatikan nomor atau plat mobilnya? Semua tahu dengan pasti kalau plat nomor mobil tersebut RI 1 berarti itu mobil milik Presiden kita. Bagaimana kalau misalnya RI 12 atau RI 30? Ada yang tahu itu nomor plat mobil pejabat yang mana?
Mobil dinas pejabat negara  memang memiliki plat nomor khusus. Jika di awali dengan kode RI, maka mobil tersebut sudah dipastikan termasuk ke dalam pejabat tinggi. Mulai dari presiden, wakil presiden, menteri, ketua DPR dan sebagainya.




Agar tidak penasaran, ini dia adalah daftar nomor polisi untuk kendaraan pejabat penting di Indonesia yang dikutip dari wikipedia.com:
  • RI 1:  Presiden
  • RI 2: Wakil Presiden
  • RI 3: Istri/suami presiden 
  • RI 4: Istri/suami wakil presiden 
  • RI 5: Ketua MPR
  • RI 6: Ketua DPR
  • RI 7:  Ketua DPD
  • RI 8:  Ketua MA
  • RI 9:  Ketua MK
  • RI 10:  Ketua BPK
  • RI 11: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan
  • RI 12: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
  • RI 13: Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat
  • RI 14: Menteri Sekretaris Negara
  • RI 15: Sekretaris Kabinet
  • RI 16: Menteri Dalam Negeri
  • RI 17: Menteri Luar Negeri
  • RI 18: Menteri Pertahanan
  • RI 19: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
  • RI 20: Menteri Keuangan
  • RI 21: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
  • RI 22: Menteri Perindustrian
  • RI 23: Menteri Perdagangan
  • RI 24: Menteri Pertanian
  • RI 25: Menteri Kehutanan
  • RI 26: Menteri Perhubungan
  • RI 27: Menteri Kelautan dan Perikanan
  • RI 28: Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
  • RI 29: Menteri Pekerjaan Umum
  • RI 30: Menteri Kesehatan
  • RI 31: Menteri Pendidikan & Kebudayaan
  • RI 32: Menteri Sosial
  • RI 33: Menteri Agama
  • RI 34: Menteri Kebudayaan dan Pariwisata
  • RI 35: Menteri Komunikasi dan Informatika
  • RI 36: Menteri Negara Riset dan Teknologi
  • RI 37: Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah
  • RI 38: Menteri Negara Lingkungan Hidup
  • RI 39: Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan
  • RI 40: Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara
  • RI 41: Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal
  • RI 42: Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
  • RI 43: Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara
  • RI 44: Menteri Negara Perumahan Rakyat
  • RI 45: Menteri Negara Pemuda dan Olahraga
  • RI 46: Jaksa Agung
  • RI 47: Panglima Tentara Nasional Indonesia
  • RI 48: Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia
  • RI 49: Kepala Badan Intelijen Negara (BIN)
  • RI 52: Wakil Ketua DPR
  • RI 59: Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan

Tanpa Judul - Bingung

Malam ini mau nulis tentang apa yah? ahh bingung... asal tulis aja gitu.. Hmm.. kasih ide dong..
Oia gimana kalau menulis tentang cerita lucu yang temen saya ceritakan waktu kegiatan kemarin di Anyer yah. Cerita ini dari Pak Juju, orang Leuwi Damar, Lebak sono. Cerita nya begini :

Alkisah ada seorang Baduy sedang berbelanja pada sebuah toko :
Baduy : Ci, iye sabaraha harga na (ini berapa harganya)?
Penjaga Toko : Yang mana? Oh yang itu murah, cepe doang!
Baduy : (dalam hati) ... cepe teh sabarahanya... (cepe itu berapa yah)
Karena orang Baduy itu gengsi, dia tidak langsung bertanya kepada penjaga toko cepe itu berapa, dengan gaya meyakinkan, orang Baduy itu pun menawar :
Baduy : Teu meunang kurang kitu, ges we sih ceptu? (Gak bisa kurang gitu, udah ceptu saja?)
Penjaga Toko : (sedikit kebingungan) hmmm...ceptu itu berapa?
Baduy : Ari cepe sabaraha kitu? (kalau cepe berapa gitu?
Penjaga Toko : cepe itu seratus ribu
Baduy : Enya saya nawar ceptu, ceptu teh tujuh lima... (Iya saya nawar, ceptu itu tujuh lima)
Penjaga Toko : ?????...

Hahahaha... ada - ada aja cerita pak Juju nih. Ngakak saya dengernya pas dia cerita secara langsung.
Ada lagi nih ceritanya yang kedua :

Pada saat seorang Baduy melihat seorang anak sedang makan sukro, ia pun ingin mencobanya, karena si anak itu begitu menikmati sukro tersebut.
Tapi si Baduy tidak mau bertanya apa yang anak kecil itu makan karena ia gengsi. Ia segera pergi ke toko dan membeli barang yang sama persis dengan yang dimakan si anak. Ia pun mencoba memakan apa yang ia beli. Tapi alangkah terkejutnya ia, karena yang ia beli rasanya sangat tidak enak dan membuat keningnya mengkerut. Lalu dalam hati si Baduy pun berkata :
Hebat eta budak, ngadahar eta nu bodas - bodas meuni ngeunah, seep seer, aing mah hiji geh kekeleyengan, lieer, hmm.... (Hebat anak itu, makan yang putih - putih terlihat enak, habis banyak, saya habis satu pun sempoyongan dan pusing, hmmm...)
Ternyata, usut punya usut, yang ia beli bukan sukro, tapi kamper... oalahh ... hahaha..

Udahan ah nulis tidak jelasnya, lain kali sambung lagi, bye