Laman

Profesor Finlandia, Erno August L : Perhatikan Kualitas Pengajaran Bukan Lamanya Jam Belajar

Membaca sebuah tulisan detik.com tentang wawancara khusus dengan pakar pendidikan Finlandia, Profesor Erno August Lehtinen, seorang guru besar di Universitas Turku, Finlandia memberikan banyak pencerahan. Berikut adalah rangkuman wawancara terseebut :

Prof. Erno Lehtinen


  1. Sistem pendidikan Finlandia menjadi salah satu yang terbaik didunia dimulai pada tahun 1980 dengan membuat sekolah dasar komprehensif 9 tahun dengan penekanan yang kuat untuk kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan.
  2. Pendidikan Finlandia sangat menghargai kebebasan anak bermain dan melakukan hal lain dibanding hanya duduk di dalam kelas pada awal - awal tingkat sekolah. Waktu belajar di sekolah tidak terlalu lama karena kualitas pengajaran lebih penting dari pada lamanya waktu belajar. Tekanan dan stress diusahakan lebih sedikit dengan tidak membebani siswa dengan pekerjaan rumah sehingga lebih kuat motivasi dan pengembangan belajarnya.
  3. Pada pendidikan dasar difokuskan pada pengembangan kepribadian, bukan skill atau belajar konten kurikulum secara spesifik. 
  4. Matematika di anggap penting untuk pendidikan dasar, namun lebih banyak praktif yang dikombinasikan dengan suasana ilmiah. Pada pendidikan dasar, pelajaran sains masih umum, dan pendidikan menengah lebih khusus.
  5. Finlandia menerapkan sistem kelas inklusif atau tidak membeda-bedakan antara siswa pintar atau yang berkebutuhan khusus. Untuk mereka yang berkebutuhan khusus perlu diperhatikan secara khusus oleh guru. Kuncinya adalah skill dan kualifikasi guru. Dalam momen tertentu, tidak hanya 1 guru didalam  ruang kelas, tapi ada orang dewasa lain yang membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar.
  6. Untuk menghindari bullying pada kelas inklusif, Finlandia membuat program khusus yang disebut Kiva Koulu. Program ini efektif mengurangi bullying pada tingka sekolah 4 - 6.
  7. Untuk situasi normal, siswa dikelas maksimal 20 orang untuk tingkat dasar, dan 20 - 30 untuk pendidikan menengah dengan satu orang guru yang mengajar. Dalam situasi khusus, ada guru kelas dan guru pendidikan khusus saling bekerjasama.
  8. Finlandia lebih banyak memiliki sekolah kejuruan dibanding negara lain. Namun Finlandia menemui banyak masalah pada sekolah kejuruan karena tantangan dunia kerja berubah sangat cepat. Dalam mempelajari persoalan tersebut, mereka ingin menemukan bentuk baru bagaimana meningkatkan teknologi dan mengembangkan kejuruan lebih baik dari dunia kerja.
  9. Masalah utama sekolah kejujuran di Finlandia adalah perubahan sangat cepat didunia kerja dan motivasi yang rendah untuk masuk sekolah kejujuran.
  10. Guru sangat bernilai di dalam budaya masyarakat Finlandia. Banyak yang ingin melamar menjadi gur dan yang diterima hanya sekitar 10 - 15 % dari total pelamar tersebut. Tingkat kepopuleran dan kesulitan tesnya hampir sama dengan fakultas kedokteran, Ini menyebabkan profesi guru sangat populer diantara anak muda.
  11. Guru di Finlandia sama bergengsinya seperti layaknya dokter atau pengacara.
  12. Sistem merit  (gaji sesuai prestasi) tidak menjadi bagian penting dalam sistem penggajian guru
  13. Finlandia tidak menerapakan Ujian Nasional pada pendidikan dasar tapi ada pada sekolah pendidikan menengah. Finlandia juga tidak menerapkan sistem rangking.
  14. Finlandia menerapkan sistem belajar gratis dari pendidikan dasar hingga doktoral bagi warga negara Finlandia dan warga negara Uni Eropa.
  15. Biaya pendidikan bersumber dari pajak yang menerapkan sistem pajak porogresif berbasis pendapatan. Jika gaji rendah, pajak juga rendah, pendepatan menengah dan tinggi bisa mencapai 50% dari penghasilan yang diterima.
  16. Angaran pendidikan Finlandia tidak mencapai 20 % dari APBN.
  17. Sistem pendidikan Finlandia tidak sempurna, tapi standarnya lebih tinggi, lebih sulit diraih. Tantangan besar pendidikan di Finlandia adalah meningkatkan kualitas pembelajaran.
  18. Sistem pendidikan di Finlandia mungkin saja diterapkan di Indonesia utamanya dalam kualitas guru dan pembelajara. Untuk hal lain harus disesuaikan dengan kekhasan Indonesia.
  19. Indonesia sudah memiliki sistem pendidikan sekarang tinggal fokus pada pengembangan kualitas pembelajaran, pengajaran, guru dan sistem.
Itu lah beberapa poin yang bisa saya rangkum dari wawancara detik.com dengan Profesor Erno August. Kita dapat berkaca dari sejarah panjang Finlandia sampai menjadi salah satu negara dengan sistem pendidikan terbaik didunia. Kunci keberhasilan pendidikan di Finlandia sendiri tidak terlepas dari guru yang berkualitas. Standar kualifikasi dan komitmen yang tinggi menjadikan Finlandia negara yang hebat dalam bidang pendidikan. Guru tidak kalah bergengsinya dengan dokter atau pengacara. Bisakah ini diterapkan di Indonesia?

Untuk membaca secara lengkap hasil wawancara di atas, silahkan kunjungi laman "Profesor Finlandia : Perhatikan Kualitas Pengajaran, Bukan Lamanya Jam Belajar" yang ada di detik.com.

Sebagai pendidik, mari kita bersama meningkatkan  kualitas kita dengan berbagai pencapaian yang baru. Jadilah guru pembelajar. Guru yang mau terus belajar sepanjang hayat. Allahu'alam.

No comments:

Post a Comment