Laman

Perbedaan Kehidupan Ekonomi Masyarakat Kota Dengan Desa

Gambar Suasana Pedesaan


Jagoan Banten. Jika kamu pelajar yang sedang mencari jawaban tugas sekolah tentang perbedaan kehidupan ekonomi masyarakat kota dengan desa, maka tulisan ini diharapkan bisa membantu kamu menyelesaikan tugas tersebut.

Merujuk tulisan Hayuni Rachmawati pada Jurnal Wacana Kinerja, yang di maksud kehidupan ekonomi adalah kemampuan yang diukur dari keuangan, pendapatan, produksi dan konsumsi (termasuk transportasi dan lain-lain serta tabungan) dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup masyarakat yang bersangkutan kemudian dikaitkan dengan kebijakan ekonomi yang berlaku sudahkah memberikan fasilitas kepada kehidupan ekonomi masyarakat tersebut.

Secara sederhana, kehidupan ekonomi merupakan segala sesuatu yang terkait dengan bagaimana suatu masyarakat memenuhi kebutuhan hidupnya.

Mengutip tulisan pada wikipedia.org, yang dimaksud masyarakat perkotaan yaitu masyarakat yang cenderung memiliki sifat individual dan heterogen dengan kehidupan yang modern yang dilengkapi dengan berbagai arsitektur dan industri yang canggih.

Sedangkan pada laman merdeka.com, yang dimaksud masyarakat desa yaitu kelompok manusia atau individu yang secara bersama-sama tinggal di suatu tempat dan saling berhubungan. Biasanya, di dalam masyarakat desa akan terjadi interaksi yang dilakukan secara teratur atau terstruktur.

Karena pola kehidupan masyarakat kota dan desa berbeda secara sosiologis, maka aktivitas yang mereka lakukan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya akan terdapat perbedaan pula.

Beberapa contoh perbedaan kehidupan ekonomi masyarakat kota dan desa bisa dilihat pada tabel dibawah ini :

 Perbedaan Masyarakat Kota Masyarakat Desa
1. Pilihan Jenis Usaha Bersifat heterogen dengan pilihan jenis usaha yang bervariasi Bersifat homogen dengan pilihan jenis usaha yang terbatas
2. Kesenjangan Ekonomi Terdapat kesenjangan ekonomi yang tinggi dan kentara antara yang kaya dan miskin Penghasilan dan pendapatan masyarakat pedesaan cenderung merata dan tidak ada kesenjangan yang signifikan
3. Ketergantungan Terhadap Alam Kegiatan ekonomi cenderung tidak dipengaruhi kondisi alam Sumber daya alam dan kondisi iklim sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat
4. Keterikatan / Rasa Persaudaraan Cenderung individualis dan mementingkan diri sendiri Masyarakat senang berbagi dan bergotongroyong
5. Jaringan Transportasi Kegiatan ekonomi didukung jaringan transportasi yang memadai Cenderung sulit dalam melakukan distribusi karena ketiadaan fasilitas transportasi
6. Kemajuan Industri Industri berkembang pesat dengan dukungan berbagai teknologi modern Industri kurang berkembang dan teknologi baru digunakan sebagian kecil masyarakat dalam mendukung kegiatan ekonomi yang dilakukan

Penjelasan masing-masing perbedaan di atas dapat dilihat dibawah ini :

1. Pilihan Jenis Usaha


Karena latar belakang masyarakat kota bersifat heterogen (campuran dari berbagai budaya), pilihan jenis usaha atau mata pencaharian yang dilakukan pun sangat bervariasi. Begitu juga dengan pilihan pekerjaan yang tersedia.

Berbagai profesi bisa ditekuni masyarakat perkotaan mulai dari level pemulung, pengamen, pedagang asongan, pemilik kios, karyawan sampai dengan direktur perusahaan besar atau pejabat negara.

Variasi jenis usaha ini diiringi dengan spesialisasi keahlian dengan sistem kerja yang jelas.

Beda halnya dengan masyarakat desa yang di dominasi bekerja sebagai petani atau buruh tani. Pilihan usaha lain yang dijadikan mata pencaharian di desa masih sangat terbatas. 

Itulah sebabnya banyak masyarakat desa yang bermigrasi ke kota hanya untuk mendapat pekerjaan yang layak. Jika desa tersebut dekat dengan kota, biasanya mereka bekerja di kota semisal jadi buruh pabrik atau pekerjaan kasar lainnya.

2. Kesenjangan Ekonomi


Strata sosial antara kelas bawah dengan kelas atas sangat kentara di perkotaan. Yang super kaya sampai yang paling miskin biasanya terdapat di perkotaan. 

Beda halnya dengan di pedesaan cenderung merata dan sejajar. Sekalipun ada masyarakat desa yang termasuk kategori kaya, namun tidak terdapat kesenjangan yang jauh dengan masyarakat miskin pedesaan.

3. Ketergantungan Pada Alam


Kegiatan ekonomi mulai dari produksi, konsumsi dan distribusi yang dilakukan masyarakat kota tidak terpengaruh pada kondisi alam tempat mereka tinggal. Aktivitas ekonomi terus bergerak sekalipun ada bencana alam misalnya.

Beda halnya dengan masyarakat pedesaan yang sangat bergantung pada sumber daya alam yang ada di tempatnya. 

Semisal petani di desa sangat dipengaruhi kondisi tanah dan cuaca/musim saat akan menanam. 

Selain itu, masyarakat desa dalam memenuhi kebutuhan hidup masih bisa diperoleh secara langsung di alam semisal menangkap ikan di sungau ikan atau memetik sayuran di kebun.

4. Keterikatan / Rasa Persaudaraan


Kehidupan masyarakat kota yang heterogen menyebabkan banyak masyarakat kota bersikap individualis atau mementingkan diri sendiri. 

Pada masyarakat kota, tidak terdapat keterikatan yang kuat antara satu dengan yang lain kecuali terikat dalam keluarga atau pekerjaan.

Beda halnya dengan masyarakat pedesaan yang cenderung memiliki empati tinggi pada tetangganya. Gotong royong dan saling membantu satu sama lain masih tertanam dalam masyarakat desa. 

Dan ketika satu di antara penduduuk desa mengalami kesulitan ekonomi, maka saudara atau tetangga akan ikut membantu semampunya.

5. Jaringan Transportasi


Salah satu prasyarat untuk terciptanya kelancaran distribusi yakni tersedianya jaringan transportasi. Fasilitasi jalur transportasi oleh pemerintah menjadikan kota tidak terlalu bermasalah dengan jaringan transportasi. Permasalahan umum yang masyarakat kota hadapi biasanya hanya kemacetan.

Berbeba hal nya dengan masyarakat pedesaan. Infrastrukur yang tidak memadai menjadi hambatan dalam melakukan distribusi produk. Hal ini juga berakibat menjadi tingginya biaya angkut.

Oleh karenanya, produk desa biasanya hanya beredar di desa dengan harga jual relatif rendah. Hal ini membuat sulit masyarakat desa maju secara ekonomi.

6. Kemajuan Industri


Industri rumahan sampai industri skala besar (pabrik) berkembang pesat di kota dengan berbagai dukungan teknologi terbaru. 

Berbeda halnya dengan di desa. Industri yang berkembang baru pada skala rumahan. Itu pun masih kembang kempis karena ketiadaan modal.

Perbedaan kehidupan ekonomi antara masyarakat kota dengan desa tentu masih banyak lagi selain beberapa contoh di atas. Namun karena tulisan ini di tujukan untuk pelajar dalam memenuhi tugas sekolah, kita batasi hanya enam contoh di atas.

Silahkan modifikasi jawaban di atas sesuai keinginan kamu. Masukan juga ide jawaban yang ingin kamu tambahkan.

Demikian tulisan sederhana tentang perbedaan kehidupan ekonomi masyarakat kota dengan desa. Semoga bermanfaat.

Selamat belajar.

No comments:

Post a Comment