7 Aplikasi Yang Patut Diwaspadai Keberadaanya



Jagoan Banten - Membaca sebuah tulisan foxnews.com yang berjudul "10 apps you need remove from your phone now" mengingatkan saya pada sebuah kisah seorang teman yang harus mendapat teror dari pinjaman online. Lho apa hubungannya? Berikut ceritanya.

Pada suatu waktu dia mendapat telpon dari nomor yang tidak dikenal, penelpon menjelaskan bahwa dirinya berasal dari pinjaman online (pinjol) dan memberitahukan bahwa pembayaran angsuran sudah jatuh tempo.

Teman saya yakin bahwa dia tidak pernah sekalipun mengajukan aplikasi pada pinjol. Dijelaskan pada penelpon bahwa dirinya tidak pernah melakukan pinjaman.

Penelpon marah, meminta ia harus segera melunasi pinjamannya. Dia mengancam akan mendatangi rumah dan bahkan akan mengacak-acak data pribadi yang dimilikinya. Dia juga mengancam akan menyebarkan semua isi WhatsApp nya pada semua temannya.

Melalui WhatsApp si penelpon mengirim foto KTP dan foto diri yang sedang memegang KTP milik teman saya.

Teman saya jelas terkejut. Dia sangat yakin kalau dirinya tidak pernah mengajukan pinjaman. Tapi foto KTP dan dirinya benar adanya. Bagaimana bisa pikirnya?

Tapi ia ingat bahwa pernah memfoto KTP dan juga melakukan foto Selfi dengan KTP miliknya. Dan itu sudah lama.

Lalu bagaimana bisa semua data yang tersimpan diponselnya bisa jatuh ke pinjol?

Awalnya saya juga sempat bingung. Namun setelah membaca tulisan dalam Foxnews.com kebingungan saya mulai sedikit terurai.

Tulisan tersebut menjelaskan bahwa terdapat beberapa aplikasi pada handphone yang perlu diwaspadai keberadaanya. Dan kalau perlu hapus.

Sebagai contoh yakni aplikasi pindai dokumen yang terdapat di Playstore. Alih, alih membantu, ini bisa jadi bumerang jika tidak selektif memilih aplikasi yang sesuai.

Saat seseorang memindai dokumen penting semisal KTP atau dokumen lainnya, selain tersimpan dalam handphone, beberapa oknum pemilik aplikasi menyisipkan malware yang bisa mengarahkan salinan dokumen penting tersebut terkirim pada pemilik aplikasi.

Dan saat salinan dokumen pribadi dimiliki olehnya, saat itu pula menjadi ancaman serius bagi pemilik dokumen asli. Oknum tersebut bisa memanfaatkan dokumen untuk kejahatan. Ya semisal dengan mengajukan pinjaman online seperti cerita di atas.

Wah, ngeri juga yah. Semoga kita tidak jadi korban selanjutnya.

Nah, selain aplikasi pindai dokumen, masih ada beberapa aplikasi lain yang patut diwaspadai keberadaannya. Dan kalau perlu hapus.

Berikut beberapa aplikasi yang disarankan untuk dihapus dari handphon yang diadaptasi dari tulisan pada foxnews.com di atas :


1. CamScanner


Seperti uraian di atas, CamScanner menjadi ancaman ketika dokumen yang di pindai ternyata dibajak dan digunakan untuk kejahatan.

Gunakan secara hati-hati CamScanner jika memang masih memerlukannya. Dan pastikan tidak ada dokumen berharga yang di pindai menggunakan CamScanner.


2. Aplikasi Game dan Teka-teki


Beberapa aplikasi gratisan berukuran relatif kecil termasuk juga teka-teki sering kali diabaikan keberadaannya.

Namun biasanya game seperti ini akan sangat aktif melakukan promosi diberbagai media sosial seperti Facebook yang memancing untuk menginstalnya.

Saat game terinstall, tidak jarang game ini disusupi malware untuk mengumpulkan banyak informasi yang tertanam di handphone tanpa disadari.

Data yang dikumpulkan aplikasi game ini biasanya berupa info kontak, konten pengguna, cache atau riwayat pencarian, dan sebagainya.

Jika ini diambil tanpa sepengetahuan pemilik handphone dan dipergunakan untuk kejahatan, tentu akan sangat merugikan.

Jadi akan lebih baik jika tidak menginstal aplikasi game yang tidak jelas asal usulnya dan jangan ijinkan game tersebut mengakses informasi yang ada pada ponsel jika tidak ingin mendapat resiko yang lebih besar.


3. Aplikasi Astrologi


Seperti halnya game teka-teki atau puzzle, aplikasi Astrologi juga meminta data pribadi seperti nama pengguna, tanggal lahir, jenis kelamin, lokasi, alamat email, dan detail pembayaran. Hal ini tentu menjadi sebuah ancaman tersendiri.

Terlebih jika aplikasi tersebut tidak melindungi data pengguna dengan benar sehingga peluang pencurian data semakin besar.


4. Aplikasi Faks


Contoh aplikasi Faks yang populer di Amerika serikat adalah iFax. Dengan iFax seseorang dapat mengirim faks langsung dari ponsel miliknya.

Berbagai dokumen penting yang dikirim akan tersimpan dalam penyimpanan cloud. Menjadi celaka saat penyimpanan tersebut tidak diamankan dengan baik yang memungkinkan untuk diakses orang lain.

Bayangkan jika faks yang dikirim merupakan dokumen keuangan penting serta menyertakan beberapa informasi sensitif.


5. Aplikasi Pembuat Logo


Aplikasi pembuat logo juga perlu diwaspadai keberadaannya saat diijinkan mengakses berbagai informasi penting berupa data pribadi.

Informasi ini bisa saja dimanfaatkan untuk kepentingan kejahatan. Dan ini harus diwaspadai.


6. Aplikasi Screenshot


Seperti halnya CamScanner, aplikasi screenshot dari pihak ketiga juga perlu diwaspadai.

Rekaman layar yang dilakukan selain tersimpan dalam ponsel, bisa juga disimpan oleh pemilik aplikasi diteruskam pada penyimpanan cloud.

Dan saat  data pada cloud tersebut bisa di akses orang yang tidak bertanggungjawab, betapa beresikonya.


7. Facebook


Facebook juga menjadi salah satu aplikasi yang disarankan untuk dihapus. Pasalnya Facebook mengakses kontak, log panggilan, dan pesan teks, lokasi, penyimpanan internal, kamera dan mikrofon pemilik ponsel.

Semua data ini dimanfaatkan Facebook untuk menyelaraskan iklan dengan pemilik akun. Oleh karenanya iklan yang muncul bisanya sesuai dengan minat pemilik akun.

Namun demikian, Facebook juga dinilai tidak terlalu aman untuk menyimpan berbagai informasi berharga pemilik akun. Buktinya beberapa kali Facebook mengalami kebocoran data.


Penutup


Dari berbagai aplikasi yang terdapat di ponsel, kita patut selalu waspada terhadap aplikasi yang meminta data pribadi atau akses terhadap informasi yang ada di ponsel.

Salah-salah aplikasi tersebut sudah disusupi malware atau bisa saja data yang tersimpan justru bocor dan dimanfaatkan untuk kepentingan kejahatan.

Hal ini tentu menjadi sangat beresiko dan bisa sangat merugikan pemilik ponsel. Seperti halnya kasus terkait pinjaman online di atas.

Oleh karenanya, berhati-hatilah saat meng-install aplikasi tertentu dan jangan mudah memberikan informasi pribadi jika tidak mempercayai kredibilitas aplikasi yang di maksud.

Semoga bermanfaat.

Referensi :
https://www.foxnews.com/tech/apps-remove-from-your-phone

2 comments:

  1. Wah iya perlu diwaspadai. Soalnya data pribadi rawan diperjualbelikan

    ReplyDelete
  2. Yang paling rawan itu pinjol, apalagi yang didalam aplikasinya banyak pengajuan ke aplikasi yang lainnya

    ReplyDelete