Renungan Diri Atas Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ182

Sriwijaya Air SJ 182

Jagoan Banten. Biasanya postingan diblog Jagoan Banten ini bertema pengetahuan umum yang informatif atau analisis terhadap suatu hal. Tapi kali ini saya hanya berusaha menyampaikan apa yang terlintas terkait jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182.

Peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta - Pontianak pada 9 Januari 2021 menjadi trending topik berbagai media mainstream mulai dari televisi bahkan media online. 

Peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 tentu membawa duka mendalam terutama bagi keluarga korban yang tidak pernah menyangka harus kehilangan anggota keluarganya. 

Mengenai kapan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 beberapa media menyebutkan bahwa pesawat kehilangan kontak pada pukul 14.40 (9/1/2021). 

Pesawat Sriwijaya Air tersebut yang membawa 50 orang penumpang dengan rincian 40 dewasa, 7 anak-anak dan 3 bayi. Ditambah dengan 12 kru pesawat. 

Tempat jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 ini berada di Kepulauan Seribu. Tim gabungan berhasil menemukan serpihan bangkai pesawat berada didasar laut. 

Mengenai berapa jumlah korban dari jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 belum dapat dipastikan. 

Selanjutnya mengapa pesawat ini bisa jatuh, masih terus diselidiki. Biarlah mereka yang berkompeten menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182. 

Semoga musibah ini murni sebuah kecelakaan dan bukan sabotase apalagi bagian dari tindakan teror. Dan saya tidak akan berspekulasi banyak atas hal itu.

Saya sungguh merasa prihatin atas jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 ini dan turut berbela sungkawa atas korban yang menjngal. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan kesabaran. 

Apapun yang terjadi, semua sudah menjadi bagian dari skenario Sang Pencipta. Dan dari peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182, mestinya kita bisa belajar banyak, walau kita tidak terkait langsung dengan korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182.

Hal pertama yang bisa dijadikan pelajaran dari jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 ini yakni tentang kematian. Sungguh pasti banyak keluarga korban yang tidak menyangka bahwa para korban akan mati dengan cara seperti ini. 

Ya, siapa pun dari kita tidak akan pernah tahu kapan dan dengan cara apa kita nanti mati. Peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 ini seolah mengingatkan kepada kita semua bahwa kematian mengintai kapan saja dan dimana saja. 

Jika sadar kematian begitu dekat, mengapa kita selalu terbuai dengan kefanaan dunia ini. Bagaimana seandainya kita bagian dari korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182? Beruntung kita bukan bagian korban kecelakaan itu. 

Tentu kita patut bersyukur pada Tuhan atas kesempatan hidup untuk bisa melakukan pertobatan sebelum menghadapNya. 

Kita sebagai sesama manusia, sudah selayaknya ikut mendoakan semoga masih ada keajaiban semisal masih ada korban selamat dari peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 ini. Aamiin. 

Dan bagi saya pribadi, jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 seolah mengingatkan saya bahwa kematian bisa datang kapan saja. Padahal selama ini saya sering lupa kalau saya bisa sewaktu -waktu diambil oleh Sang Pemilik. 

Peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 seolah mengajak saya kembali untuk lebih dekat pada Allah SWT. 

Harapan terbesar saya semoga kelak nanti biarlah saya mati dengan cara apapun atau bagaimana pun namun harus dalam keadaan beriman dan lhusnul khatimah. Aamiin.

Bagi keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 semoga diberi kesabaran dan keikhlasan dengan dasar bahwa semua yang hidup pasti mati sekalipun matinya melalui kecelakaan seperti ini. 

Innalilahi wainailaihi rojiun. Sesungguhnya semua milik Allah dan akan kembali pada Allah. 

Bagi keluarga korban, jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 mungkin dianggap sebagai musibah, tapi bagi kita secara umum, anggap ini sebagai pelajaran berharga tentang kehidupan yang bisa diambil hikmahnya.

Semoga kedepan tidak pernah lagi kita mendengar peristiwa seperti jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 ini. Semoga.

4 comments:

  1. Semoga para korban segera dapat dievakuasi (jika memungkinkan). Kabarnya usia pesawat sudah cukup tua ya, lebih kurang 26 tahun.

    ReplyDelete
  2. Iyah pak, tapi untuk ukuran peswat masih muda kali pak..yg penting perawatannya bagus..dugaan sih hehe

    ReplyDelete
  3. Kalau Allah sudah berkehendak tidak ada kehebatan apapun yg bisa menghalanginya, semoga semua korban pesawat mendapat magfirahNya dan keluarga yang ditinggal diberi kesabaran dan keikhlasan..aamiin..

    ReplyDelete