Cara Mudah Mengenali Hoaks Dengan 6P



Jagoan Banten - Cara Mudah Mengenali Hoaks Dengan 6P. Tulisan berikut ini merupakan rewrite tulisan yang ada pada laman ditsmp.kemdikbud.go.id dengan judul "Membendung Peredaran Hoaks di Internet Dengan 6P.

Serangan sampah informasi yang semakin tidak terbendung membuat kita harus lebih berhati-hati dan bijak dalam menentukan validitas sebuah informasi. Jangan sampai kita jadi korban informasi bohong atau hoaks.

Berita bohong atau hoaks ini selain menyesatkan, juga bisa sangat merugikan. Bahkan dalam konteks bernegara, bisa menimbulkan kekacauan dalam bermasyarakat karena akan menimbulkan pertentangan dimasyarakat .

Sebagai individu pun demikian, terkadang infomasi palsu atau hoaks bisa merugikan karena informasi pribadi bisa dicuri melalui jebakan phising.

Oleh karenanya, agar tidak jadi korban Hoaks, kita butuh keterampilan digital. Keterampilan ini merupakan hasil dari seringnya literasi digital yang dilakukan.

Nah, berikut ini cara mudah mengenali Hoaks dengan langkah 6P. Apa sajakah itu?


1. Perhatikan hati


Maksudnya yakni saat membaca arah informasi hoaks jangan langsung emosional menanggapinya. Berita atau informasi hoaks biasanya dibungkus dengan menggunakan judul yang memicu reaksi berbagai emosi seperti perasaan bahagia, marah, emosi, benci bahkan sakit hati.

Saat membaca informasi hoaks tersebut, dan kemudian sisi emosional tersentuh, biasanya dengan tanpa pikir panjang segera men-share atau meneruskan informasi diterima tanpa cross check terlebih dahulu.

Oleh karenanya, ciri pertama berita atau informasi hoaks biasanya terlihat sangat emosional dan mengundang reaksi berlebih dari pembacanya. 

Atau bisa juga menggunakan jebakan click bait yaitu ketidakselarasan judul dengan isi informasi didalamnya.

Hati - hati jika menemukan judul berita atau informasi yang seolah memainkan perasaan pembacanya.


2. Pesan berantai


Ciri berikutnya sebuah informasi hoaks biasanya disebarkan melalui beragam aplikasi pesan singkat dengan diakhiri kalimat perintah sebarkan, teruskan dan share agar menjadi viral.

Jika menemukan informasi seperti ini, jangan langsung share tanpa mengetahui kebenarannya. Dan peluang pesan berantai dengan ciri seperti ini sebagai sebuah hoaks semakin besar.

Contoh pesan berantai hoaks pada WhatsApp :

https://tokenpln.shop/index.php?app=PLN&data1ID=135 *Subsidi listrik* untuk rumah tangga dengan daya *450VA* dan *900VA*

Contoh lain :

*Bantuan sosial finansial sebesar Rp 5.500.000*. 2 NIK untuk 1 KK *Daftar lengkap* https://bankbjb.club/bantuan/?bjb


3. Periksa sumber


Ciri berikutnya dari informasi atau berita hoaks biasanya tidak mencantumkan sumber atau rujukan dari mana informasi tersebut diperoleh.

Sumber yang dimaksud bisa berasal dari orang pertama atau pemberitaan sebelumnya. Jika pun mencantumkan sumber, pada infomasi atau berita hoaks, sumber yang dimaksud tidak dicantumkan dengan benar atau bukan dari sumber terpercaya.

Silahkan telusuri sumber yang dimaksud untuk mengecek kebenaran informasi yang dimaksud pada sumber rujukan yang dilampirkan.

Jika ternyata pada sumber asli tidak ditemukan isi infomasi atau berita tersebut, dipastikan isi informasi atau berita tersebut adalah hoaks alias bohong.

Sebagai contoh menjelang seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) banyak beredar surat palsu yang menyebutkan honorer bisa diangkat tanpa tes, terkait ini kita harus jeli melihat dari mana sumber berita tersebut.

Atau cek melalui aplikasi resmi semisal untuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bisa baca untuk mengetahui caranya pada link berikut : Cara Mudah Cek Keaslian Surat Milik Kemendikbud

Selain itu kita juga harus paham betul bahwa informasi resmi dari pemerintah biasanya berasal dari situs dengan akhiran go.id, diluar itu, harap berhati - hati. Dan kalaupun benar, segera cek pada sumber asli.


4. Periksa redaksi


Ciri berikutnya dari situs penyebar hoaks biasanya berasal dari situs-situs yang tidak jelas alias tanpa adanya info kontak atau redaksi.

Oleh karenanya, ketika mendapat informasi dari situs seperti ini harap memeriksa informasi tersebut sebelum memutuskan untuk menerima atau menolaknya.


5. Pakai akal sehat


Ciri berikutnya dari informasi atau berita Hoaks biasanya diluar akal sehat. Informasi yang diberikan diluar nalar umum. Atau bahkan bertentangan dengan aturan yang sudah ada.

Oleh karenanya, untuk bisa menentukan informasi hoaks atau tidak selalu gunakan akal sehat agar tidak tersesat.


6. Penyakit kambuhan


Ciri informasi hoaks berikutnya dapat dilihat dari siapa yang menyebarkan. Jika seseorang seringkali menyebarkan berita bohong, bisa jadi orang tersebut akan kembali menyebarkan berita bohong lagi.

Seseorang menyebarkan informasi hoaks memiliki beberapa motif. Pertama memang karena ketidaksengajaan akibat ketidaktahuan. Kedua, mereka dibayar untuk itu.

Jenis yang kedua ini berbahaya karena akan menimbulkan pembentukan opini yang salah di masyarakat. Tentu mereka melakukan itu dengan tujuan tertentu semisal menjatuhkan lawan politik dan sebagainya.

Demikian cara mudah mengenali Hoaks dengan langkah 6P.

Semoga bermanfaat.

Baca tulisan terdahulu :

1 comment:

  1. Penting bgt buat kebaikan banyak orang buat Milah² info yg real adanya

    ReplyDelete