Laman

9 Alasan (Keuntungan) Jadi Guru



Jagoan Banten - 9 Alasan (Keuntungan) Jadi Guru. Siapa yang mau jadi guru? Bisa jadi sekarang profesi ini banyak peminatnya. 

Lihat saja, setiap ada pembukaan rekrutmen guru, pelamarnya membludak. Entah karena tidak ada profesi lain yang cocok, atau karena memang guru menjadi profesi yang lebih "seksi" saat ini.

Beda halnya puluhan tahun yang lalu. Almarhum bapak saya seorang guru. Jadi saya tahu persis bagaimana metamorfosis kehidupan seorang guru.

Menurut cerita guru-guru senior yang sudah pensiun, termasuk almarhum bapak saya, kala itu guru bukan profesi yang bergengsi.

Karenanya, banyak diantara mereka malu mengaku bekerja sebagai guru saat harus berhadapan dengan calon mertua. Dan para orang tua pun tak rela jika anak gadisnya dipersunting oleh guru.

Guru identik dengan pegawai rendahan bergaji kecil. Gaji guru sebulan hanya cukup untuk makan seminggu. Makanan keluarga guru juga identik dengan nasi keras berkutu pembagian dari Bulog.

Lagu Oemar Bakrie milik Iwan Fals sepertinyabbisa dijadikan gambaran bagaimana kehidupan guru saat itu.

Jika dulu (sampai sekarang) guru disebut pahlawan tanpa tanda jasa. Itu tidak lebih propaganda pemerintah karena ketidaksanggupannya mensejahterakan kehidupan guru.

Kehidupan guru mulai membaik sejak adanya amandemen UUD yang mewajibkan negara menggunakan 20 persen anggarannya untuk pendidikan.

Kemudian disusul dengan adanya UU Sistem Pendidikan Nasional serta UU Guru dan Dosen.

Guru berubah menjadi sebuah profesi yang tidak semua orang bisa melakukan. Syarat utamanya harus memiliki sertifikat pendidik. Sertifikat ini diperoleh setelah melalui pendidikan profesi guru.

Dan dengan adanya sertifikat pendidik, maka guru berhak mendapatkan tunjangan profesi sebesar satu kali gaji setiap bulannya.

Dengan adanya tunjangan profesi, guru tidak lagi menjadi profesi rendahan. Profesi ini menjanjikan kehidupan yang lebih baik. 

Selain gaji yang relatif tinggi, jaminan masa depan dengan adanya pensiun pun sangat menggiurkan. Oleh karenanya profesi ini sekarang memiliki banyak peminat.

Lalu, selain penghasilan yang menjanjikan, kira-kira alasan apa lagi yang membuat orang banyak ingin menjadi guru?

Berikut saya coba uraikan 9 alasan atau bisa disebut keuntungan menjadi guru :


1. Ilmu Yang Bermanfaat


Siapa yang tidak ingin masuk surga? Semua pasti berharap bisa masuk surga dan tidak mendapat siksa neraka (bagi yang percaya kehidupan setelah mati). Tapi apakah amal kita cukup untuk bisa membawa masuk ke dalam surga?

Syarat utama ke surga ya harus bertakwa. Lakukan semua perintah-Nya dan jauhi semua larangan-Nya. Dan tentu saja dengan konsisten memperbanyak amal kebaikan selama dalam hidup.

Dalam ajaran Islam, terdapat tiga amalan yang tidak pernah putus sekali pun kita meninggal. Pertama, sedekah jariyah; kedua, anak soleh; dan ketiga, ilmu yang bermanfaat.

Sebagai guru tentu akan banyak memberikan ilmu untuk siswanya. Dan jika ilmu ini dimanfaatkan dalam kehidupannya, maka hal ini jadi investasi akhirat yang tak pernah putus.

Ilmu bermanfaat akan manjadi amal kebaikan yang abadi selama ilmu tersebut diamalkan. Dan semoga ini bisa membawa para guru masuk ke dalam surga-Nya.


2. Tidak Berhenti Belajar


Keuntungan lain sebagai guru yakni dia tidak akan pernah berhenti belajar. Dalam melaksanakan tugasnya, pasti banyak perubahan yang harus dihadapi semisal perubahan kurikulum, materi baru, kebijakan baru dan sebagainya yang menuntut guru untuk ikut berubah. Nah, disini guru dipaksa untuk terus belajar seiring perubahan yang terjadi.

Bahkan guru yang tidak mau belajar tidak layak disebut sebagai guru. Jika guru berhenti belajar, maka dia seharusnya berhenti mengajar. Demikian kata tokoh pendidikan, Komarudin Hidayat.


3. Awet Muda


Percaya atau tidak, profesi guru akan membuat seseorang terlihat lebih muda dari umur sebenarnya. Perhatikanlah guru-guru kita terdahulu. Anda pasti melihat seolah fisik mereka sama seperti sebelum anda sendiri jadi guru.

Mengapa guru bisa terlihat awet muda? Jawabannya karena keseharian mereka diisi bergaul dengan anak. 

Walau tidak ada bukti ilmiah tentang hal ini, namun saya meyakini bahwa akibat pergaulan dengan anak didik setiap hari akan membuat seorang guru terlihat awet muda.


4. Dihormati Di Masyarakat


Baik guru PNS atau honorer, karena keilmuannya, guru biasanya dihormati dalam masyarakat tempat ia tinggal.

Dalam berbagai acara yang diadakan dilingkungan sekitar (utamanya di pedesaan), guru selalu diminta maju di depan.

Guru identik dengan orang yang pemahamannya lebih baik. Oleh karenanya masyarakat akan selalu mengandalkan guru dalam beberapa momen tertentu.

Sebut saja semisal menjadi panitia pembangunan masjid, panitia penyelenggara pemilihan suara, Pilkades dan sebagainya, pastinya guru selalu dilibatkan.

Dan bagi peserta didik yang pernah diajar (alumni), sampai kapan pun guru selalu mereka hormati. Utamanya guru yang sedari dulu telah menginspirasinya.


5. Waktu Kerja Fleksibel


Sekalipun pekerjaan guru memiliki jam kerja yang sudah terjadwal, namun demikian banyak pekerjaan lain yang harus dikerjakannya diluar jam normal. 

Semisal ketika banyak tugas administrasi yang harus diselesaikan, atau ketika harus memeriksa berbagai tugas peserta didik dalam sebuah proses penilaian. Nah, jika tidak selesai ditempat kerja, guru biasanya akan menyelesaikannya di rumah.

Selain itu, jadwal pembelajaran yang ia berikan pada peserta didik pun bisa disesuaikan dengan kebutuhan formasi yang ada- maksudnya jadwal guru lain.

Yang lebih penting, guru masih memiliki banyak waktu diluar jadwal mengajar yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas lain. Terlebih ketika musim libur sekolah.

Sekalipun guru wajib tetap datang ke sekolah, namun jasanya saat liburan sepertinya tidak diperlukan. Artinya banyak hal yang bisa ia lakukan ketika musim liburan tiba.


6. Terjaga Dari Berbuat Salah


Beban terberat dari seorang guru yakni ucapan harus selaras dengan perbuatan. Ia harus mampu menjadi teladan bagi peserta didik yang ia ajar.

Jika tidak, jangan harap seorang guru akan disenangi oleh peserta didiknya. Dipastikan guru seperti itu tidak akan memiliki kewibawaan dihadapam anak didiknya.

Karena keharusan menjadi contoh yang baik, maka kehidupan guru akan selalu berusaha menunjukan perilaku yang baik. Guru menjaga dari berbagai perilaku yang tercela di masyarakat. Guru lebih berhati-hati dalam bertindak. Dengan demikian, guru akan terjaga dari berbagai perilaku salah.


7. Memiliki Banyak Relasi


Keuntungan lain profesi guru yakni bisa membangun banyak relasi. Relasi tersebut ia bangun melalui aktivitas pada berbagai komunitas yang ia ikuti. Termasuk hasil dari berbagai pelatihan yang ia laksanakan.

Namun demikian, relasi terbesarnya yakni anak didik yang pernah diajarnya. Saat mereka tumbuh dewasa dan sukses dengan kehidupannya, meraka akan mejadi relasi bagi guru yang pernah mengajarnya.

Jangan heran saat dijalan tiba-tiba ada yang menegur atau menyapa sementara guru itu sendiri tidak tahu siapa. Bisa jadi itu anak didik yang dulu pernah diajarnya.


8. Jadi Idaman Calon Mertua


Dengan anggapan bahwa guru memiliki penghasilan layak (utamanya guru berstatus PNS), kini profesi ini menjadi profesi idaman para calon mertua.

Selain menjanjikan kehidupan yang baik untuk anak-anak mereka, jaminan pensiun dimasa tua juga menjadi daya tarik tersendiri bagi calon mertua atau bahkan anak gadis itu sendiri.

Guru menjadi profesi idaman para calon mertua. Maka berbanggalah menjadi guru.


9. Penuh Optimisme


Guru yang baik menatap masa depan dengan penuh optimisme. Visi misi tentang hidup dan kehidupan tergambar dengan baik. Memang seharusnya seperti itu. Jika pun banyak yang tidak demikian, saya yakin itu hanya oknum.

Guru melihat peserta didiknya sebagai investasi masa depan. Guru melihat mereka sebagai presiden, pejabat, pengusaha dan berbagai profesi masa depan. 

Termasuk saat guru harus berhadapan dengan peserta didik "spesial". Guru harus selalu optimis bahwa semua anak didiknya pasti akan sukses dengan jalannya masing - masing.

Demikian 9 alasan menjadi guru yang membuat guru menjadi lebih istimewa. Jadi, apakah anda juga berminat menjadi guru? Jika ia, jadilah guru yang baik dengan penuh idealisme.

Karena tulisan ini bersifat opini, maka jika memiliki pendapat yang berbeda dengan saya, silahkan tambahkan pada kolom komentar. 

Semoga bermanfaat.

4 comments:

  1. Sya seorang guru. Tapi guru TPQ.. 😁😁😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini lebih mantap, ilmu bermanfaat bakal abadi menemani di akhirat nanti. Aamiin

      Delete
  2. Luar biasa motivasinya manttul 👍👍👍👍

    ReplyDelete