Perjalanan ke Tanjung Lesung (Banten) ... Gagal!!!


Untuk menghilangkan kejenuhan selama bekerja, seperti biasanya, setiap tahun SMP Negeri 1 Cikeusal selalu mengadakan kegiatan wisata bagi para gurunya. Tujuan kali ini kami akan berwisata ke Pantai Tanjung Lesung.
Pada hari minggu tanggal 21 September 2014, sejak pagi para guru sudah berkumpul. Kami berkumpul tepat di rumah kepala sekolah. Rencananya kami akan berangkat pukul 06.00. Tapi sampai pukul 07.00, belum semua guru berkumpul. Salah satunya yang paling telat adalah Bapak Kusni . 
Bapak Kusni - si kumis beracun
Setelah semua berkumpul, sekitar pukul delapan kami pun berangkat menuju tempat tujuan. Sepanjang jalan, kami para guru muda membuat suasana menjadi ramai dengan bernyanyi ria. Walaupun suara kami sangat bagus seperti kaleng rombeng, kami tetap ceria. Dan semua guru yang lain dijamin tidak bisa tertidur dengan lelap. Apalagi kalau sudah mendengar suara pak Sandi hahaha.. Tanpa henti suara kami terus mengiri perjalanan dengan dibantu petikan gitar bang Ohan. Suasana ceria pun terus menemani perjalanan kami.
keceriaan di dalam bus

nyanyi sambil maenin hp

Masbro Ade dan Ohan
Sekitar pukul sebelas, kami akhirnya tiba di Tanjung Lesung. Sungguh sial bagi kami, ternyata beberapa pantai umum yang ada di tempat tersebut tutup karena sedang ada renovasi. Kami pun memutuskan masuk ke sebuah pantai privat, yang dijaga begitu ketat karena sejak masuk kami disambut satpam dengan wajah galak. Ia pun menjelaskan bahwa tiket masuk ke sana sebasar Rp 20.000/orang dengan syarat bus tidak boleh masuk ke lokasi wisata dan kami harus berjalan sejauh 5 km. Waduh...tentu kami keberatan jika harus berjalan sejauh itu sementara kondisi kami masih kelelahan. Beruntung setelah melalui negoisasi, kami diperkenankan membawa bis kami masuk ke lokasi utama.
Sesampainya di lokasi utama, kami segera turun dari bus kami. Beberapa di antara kami ada yang langsung ke toilet, ada pula yang Cuma duduk – duduk istirahat. Tapi seklias terlihat wajah – wajah kecewa di antara mereka. Ternyata pantai tanjung lesung yang kami perkirakan bagus – karena belum pernah ada yang kesana, ternyata bagi sebagian kami sangat tidak berkesan. Suasananya yang gersang, panas, bahkan pantainya tidak nyaman, tidak menunjukan sebuah lokasi wisata yang pantas kami kunjungi.
Karena tiket masuk sudah terlanjur  dibayar, kami memutuskan tetap masuk dengan satu alasan yang penting bisa berkumpul dalam keceriaan. Tapi belum jauh kami ke dalam, ketika kami mengangkut barang bawaan kami berupa keyboard, sound dan sejenisnya, kami kembali ditegur oleh satpam yang disana dan tidak diperbolehkan membawa alat- alat tersebut. Ahhh sungguh sial, sudah pantainya “jelek”, tidak bisa bersenang-senang pula. 
Bang Nurmin, Sandi dan Norman Kamaru hahaha..
Setelah melalui musyawarah, kami pun memutuskan untuk pindah lokasi. Untung uang tiket yang dibayarkan bisa diambil kembali 100%. Kali ini kami memutuskan pindah ke Pantai Pasir Putih – Carita. Selama perjalanan, banyak ucapan kekecewaan dari rekan – rekan. “Ulah ka Tanjung Lesung deui, kapok, sudah mah pantainya gersang, awon, teu tiasa musikan deui” (jangan ke Tanjung Lesung Lagi, kapok, sudah pantainya gersang, tidak bisa bermain musik pula), begitulah kira-kira gambaran kekecewaan mereka.
istirahat di Pasir Putih - Carita
Kami pun melanjutkan perjalanan ke Pantai Pasir Putih – Carita. Sesampainya disana, kami segera beristirahat. Sesudah itu, dipandu saya, om Asep,  dan ma Elah, kami pun mengikuti beberapa kegiatan beruapa permainan sederhana seperti balap karung, tarik tambang dan sejenisnya. Keceriaan pun mulai tampak diwajah kami. Semua bisa tertawa bebas seolah beban yang ada telah hilang.
om Asep memandu game
Pak Dede dan Pak Tata kekelahan setelah bermain game

Setelah puas bermain, sebagian dari kami beristirahat dan sebagian lagi melanjutkan pada acara bebas. Pak Kusni, om Ohan, Bu Ipat dan beberapa rekan lain berdendang ria dengan iringan musik keyboard yang dimainkan oleh pak Topan. Sementara sebagian lain bermain futsal. Saya sendiri bersama beberapa rekan yang lain mencoba serunya menunggang banana boat.
duet maut...tarikkk mang..

Pak Edi nunjuk apa hayooo...
Tidak terasa, sore pun menjelang. Kami pun segera membersihkan diri dan bersiap kembali pulang. Sebelum berangkat pulang, kami menyempatkan diri foto didepan bis rombongan kami. Alhamdulillah, kekecewaan yang tadi tergambar saat mengunjungi pantai Tanjung Lesung tidak terlihat lagi. Kami pulang dengan mebawa keceriaan. 
Foto bersama sebelum pulang

Semoga tahun depan bisa kembali bersama seperti ini. Amin.

No comments:

Post a Comment