Tahun Baru, Ilusi Yang Dirayakan. Untuk Apa?

Ilusi. Gambar di atas diam, tapi seolah bergerak


Nanti malam, malam tahun baru. Biasanya banyak perayaan untuk menyambut kedatangan tahun baru. Mulai dari pesta bakar-bakar, pesta kembang api, pesta miras, bahkan pesta seks dan berbagai pesta lain yang justru destruktif. 

Semua dilakukan secara sukacita menandai berakhirnya perjuangan hidup sepanjang tahun dan untuk menyambut hari baru ditahun yang baru, dengan suatu harapan bisa memperoleh kehidupan yang lebih baik di tahun baru tersebut. 

Tapi pernah ada satu pertanyaan seorang anak yang cukup menggelitik dihari tahun baru, ia bertanya " katanya tahun baru, kok sama saja nggak berbeda sama hari kemarin?" 

Mendengar pertanyaan tersebut jelas saya tersenyum simpul. Hari sebelum tahun baru dan sesudahnya ya sama hari seperti biasanya. Tidak ada perbedaan yang berarti. 

Konsep perubahan waktu bersifat semu. Penanggalan merupakan cara manusia menghitung hari. Berapa hari sudah terlewat. Berapa hari suatu rencana akan dieksekusi. Berapa minggu, bulan, dan tahun. 

Semua konsep itu dibuat untuk mempermudah kehidupan manusia dalam mengenang sejarah, atau merencanakan masa depan. Tapi pada hakikatnya, hari itu tetap sama. 

Setiap hari ada pagi, siang, sore dan malam. Yang berbeda hanya suasananya saja, kadang mendung, kadang cerah, kadang hujan, kadang cerah saling silih berganti. Dan juga aktivitas manusia berubah. Tapi harinya, setiap hari sama. 

Konsep waktu sebenarnya hanya ilusi terkait rotasi bumi. Andai bumi tidak berputar pada porosnya, dan tidak mengelilingi matahari, hari itu cuma satu. Hari yang sangat panjang. Tanggal - tanggal yang berubah, itu hanya ilusi ciptaan manusia. Begitu juga tahun baru. 

Dulu tahun baru dirayakan setiap tanggal 1 Maret, tapi kemudian berubah jadi 1 Januari. Jika kita ingin tahun baru dimulai 1 Oktober, apa bisa? Ya tentu bisa. Konsep ini hanya terikat pada kesepakatan ilusi yang dibuat manusia. Kita bisa menolak kesepakatan yang ada tentang penanggalan dan menciptakan dunia sendiri. 

Sekali lagi, pergantian tahun itu hanya ilusi. Seperti halnya gambar di atas, gambar diam tapi seolah bergerak  Begitu juga hari, penanggalan hanyalah sebuah ilusi. Jadi untuk apa kita merayakan sebuah ilusi? 

6 comments:

  1. Selalu keren tulisannya. Enak dibaca, rapi tulisannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Bu Ai yang selalu berkunjung ke blog saya..nuhun

      Delete
  2. Wah...wah... cakep 👍 memang konsep nya seperti itu kali' ya? Cuma kita saja yang sering terbius dengan pola kebiasaan yang sesungguhnya tidak harus selalu by ada dan dilakukan 👍🙏

    ReplyDelete