8 Tips Sukses Merampok Dengan Hasil Ratusan Juta Hingga Milyaran Rupiah (Berdasarkan Kisah Nyata)



Jagoan Banten - Menjadi seorang penjahat, tentu saja harus profesional. Jangan jadi penjahat "tanggung". Hukuman tidak berimbang dengan hasil yang diperoleh.

Dalam dunia kejahatan, khususnya pencurian, begal atau rampok, pasal yang jadi ancaman yakni pasal 362, 363, dan 365 KUHP. 

Dari ketiga pasal tersebut, lama pidana yang dijatuhkan jarang di atas 5 tahun, ya paling lama 2 sampai 3 tahun. 

Belum lagi dipotong remisi dan program pembebasan bersyarat, asimilasi atau cuti bersyarat. Intinya hukumannya tidak akan lama.

Beda hal nya jika berurusan dengan narkoba, wihh...hukumannya ngeri. Untuk pengguna saja bisa di atas satu tahun. Apalagi untuk bandar yang dikenakan pasal 114, pasti di atas 5 tahun. Remisi juga susah didapat. 

Memang bisnis narkoba hasilnya gede, tapi resiko nya juga gede. Dari yang sudah bergelut di dunia narkoba, hasil besar itu lenyap tak tersisa. Kata mereka sih uang setan dimakan hantu. 

Untuk bisa lepas dari jeratan UU Narkotika, istilah yang umum ya 86 (delapan enam) dengan aparat. Besarannya bervariasi, bisa puluhan bahkan ratusan juta. Dan mereka rela membayar mahal karena ancaman pidana yang tinggi.

Nah, beda halnya dengan kriminal biasa seperti pencurian, begal atau perampokan. Ancaman pidana rendah. Jarang ada yang kapok melakukan kejahatan ini. 

Resiko terbesar kriminal biasa berupa pencurian, begal atau perampokan ya kalau sudah tertangkap massa. Nyawa sudah di ujung tanduk. Bisa mati dipukuli, atau bahkan dibakar hidup-hidup.

Resiko kedua ya pas ditangkap aparat. Pelaku kriminal ini akan habis-habisan jadi bulan-bulanan aparat. Belum lagi pasti betis kaki dilubangi dengan timah panas milik aparat. 

Oia, jika diberitakan ditembak karena melarikan diri, kebanyakannya itu bohong. Awalnya saya kira polisi hebat banget yah, ketika lari bisa pas di tembak di betis. 

Eh setelah tahu, ternyata itu ditembak dari jarak dekat setelah tertangkap. Ya alasannya melarikan diri. Itu sudah umum kok. Ya wajar juga sih, mungkin aparat kesal sama penjahat, apalagi resedivis.

Nah, dengan melihat kedua resiko tersebut, mana yang mau dipilih? Narkoba atau kriminal biasa. 

Jika pilihan kriminal biasa, maka jadilah penjahat profesional. Ya artinya apa yang didapat harus lebih besar dari resiko yang diterima. 

Barang yang dicuri jangan nanggung, semisal curi HP atau motor. Itu punya orang susah. Bayangin tuh motor hasil kreditan, di ambil sama maling, itu doanya pasti serem banget. Soalnya dapat dari jerih payah pemiliknya, cucuran keringat pemiliknya.

Jadi jika ingin jadi maling, begal atau rampok, ya targetnya harus yang pas. Jangan orang susah dijadiin target.

Lebih keren kalau maling dari tukang maling duit rakyat atau koruptor. Atau maling dari para kapitalis penindas buruh. Ya intinya maling dari orang-orang tajir yang emang pantas diambil hartanya deh.

Nah, gimana caranya biar sukses melakukan pencurian. Dalam hal ini kita khususkan perampokan. Berikut tips sukesnya. Tips ini sudah terbukti manjur.

1. Targetkan Rumah Yang Ada Di Pemukiman Mewah


Ya pasti kalau rumah mewah didalam nya banyak benda berharga dan semoga ada duit banyak. Cuma saat ini kadang masuk rumah mewah hasilnya zonk, soalnya mereka menyimpan uangnya di bank. 

2. Persiapan Yang Matang


Persiapan matang akan menjamin kesuksesan operasi. Tapi kalau persiapan nanggung yang ada tertangkap aparat. Jadi persiapan ini sangat penting. 

Hal yang harus dipersiapkan antara lain :

- Rental sebuah kendaraan mewah.


Hal ini untuk mengelabuhi satpam pemukiman mewah. Saat kita masuk dengan mobil mewah, satpam akan segan dan jarang curiga kalau kita penjahat. Beda halnya jika dengan kendaraan murahan. Ya memang sih butuh anggaran lebih tapi akan sebanding dengan hasilnya nanti.

- Siapkan persenjataan. 


Senjata wajib ya senjata api. Banyak kok yang jual senjata seperti ini. Semisal di daerah kota Tangerang banyak yang jual senjata api ilegal. Resikonya kalau tertangkap aparat ya akan dikenakan undang - undang darurat. 

Selain sejata api, siapkan alat pendukung lain semisal golok, obeng, linggis, dan berbagai perlengkapan buka kunci. Bisa juga menggunakan bahan kimia yang bisa membuat gembok meleleh atau perlangkapan elektronik untuk bisa membuka gerbang yang memiliki standar keamanan tinggi. 

Cari sendiri deh di internet atau saling tukar informasi diantara komunitas penjahat.

- Latih cara membuka brankas


Ini penting jika uang korban tersimpan di brankas dan korban tidak mau membukakan brankasnya. Ya kalau darurat, angkut saja sama brankas-brankasnya. 

- Gunakan sarung tangan latek


Tujuannya agar tidak meninggalkan jejak sidik jari. Kalau perlu gunakan juga masker. Tapi ini tidak terlalu penting sih, karena korban akan sulit mengenali jika mereka dalam posisi ketakutan.

- Siapkan doping


Agar tidak ada rasa takut ya doping dulu semisal dengan mengkonsumsi sabu atau minuman keras dan sebagainya. Tapi jika mental sudah kuat, doping seperti itu tidak diperlukan karena mungkin akan mengganggu konsentrasi saat bekerja.

3. Lakukan Pengintaian


Dalam dunia kejahatan, pengintaian disebut juga GM alias gerakan mengamati. Lakukan ini sebelum memulai operasi minimal seminggu atau dua minggu sebelumnya. 

Caranya dengan masuk ke pemukiman mewah, pilih target rumah mewah yang berada di jalur sepi, dan akses melarikan diri mudah. 

Selain itu, amati juga kegiatan harian yang dilakukan calon korban, semisal didalam rumah ada berapa orang, siapa saja, kapan berangkat kerja, kapan pulang kerja dan sebagainya.

Amati secara detail aktivitas ini untuk menentukan waktu yang tepat dalam melakukan operasi. 

4. Tentukan Waktu Operasi


Pilihannya antara siang atau malam. Jika dilakukan siang hari, pastikan situasi rumah dalam keadaan sepi. Namun jika malam hari, usahakan pada waktu semua sedang lelap tertidur.

Tapi menurut para pakar rampok, waktu yang bagus siang hari pas pemilik rumah berangkat kerja. 

Alasannya, pertama, petugas keamanan perumahan tidak akan mencurigai karena kejahatan identik dilakukan malam hari.

Kedua, saat pemilik rumah berangkat kerja dengan mobilnya, kecil kemungkinan akan balik lagi kecuali ada yang tertinggal.

Ketiga, waktu berangkat kerja biasanya lingkungan sekitar juga sepi karena anak-anak ke sekolah, orang tua bekerja, di rumah paling hanya ada pembantu.

5. Buat rencana atau detail operasi

Rencana ini memuat berbagai hal mulai dari bagaimana cara masuk, bagaimana mengamankan penghuni, bagaimana melarikan diri dalam keadaan darurat dan sebagainya. 

Urutan aktivitas harus direncakan secara detail dengan memperhatikan berbagai kemungkinan.

6. Lakukan Operasi Dengan Rapi


Apa yang sudah direncanakan harus dilaksanakan secara disiplin. Mulai dari cara masuk, jika sulit masuk dengan kunci, bisa dengan mengancam satpam rumah untuk membuka kunci, atau jika rumah kosong, tabrak gerbang dengan mobil pun tak masalah, yang penting bisa masuk.

Ketika didalam rumah, segera amankan penghuni rumah, jangan sakiti korban jika tidak melawan. Dan biasa nya akan sangat kecil kemungkinan korban melawan jika sudah melihat senjata api yang dibawa. 

Jangan lupa untuk mengikat korban dan menutup mulutnya dengan lakban atau alat penyumpal mulut yang lain.

Agar sukses melakukan operasi, pantang untuk menyakiti dan melakukan pemerkosaan pada penghuni rumah. Jika itu dilakukan, operasi bisa gagal dan kalaupun berhasil dilain waktu akan tertangkap karena sudah meninggalkan jejak pada tubuh korban.

Ambil barang berharga di rumah dengan meminta pemilik rumah atau pembantu untuk menunjukan kamar utama karena biasanya benda berharga ada di sana. 

Usahakan barang atau benda berharga yang dibawa berukuran tidak besar, semisal uang, perhiasan dan berbagai surat berharga misalnya, yang bisa muat ke dalam mobil.

Barang yang tidak boleh diambil yakni handphone, karena itu bisa jadi petunjuk lokasi keberadaan pelaku. 

Barang kedua ya kendaraan bermotor. Itu hanya akan jadi bukti yang memiliki umur lama dan mudah dilacak.

Barang yang berukuran besar juga tak perlu dibawa, kecuali brankas. Jika perlu angkut brankas karena susah dibuka, ya angkut.

7. Jangan Meninggalkan Jejak


Saat operasi, jangan pernah meninggalkan jejak sekecil apapun semisal korek yang tertinggal, sidik jari, dan sebagainya. 

Paling penting yakni dengan mengamankan cctv. 

Untuk cctv, tidak perlu hancurkan kamera, cukup cari tempat penyimpanan data, dan ambil. Kemudian hancurkan dilain tempat. Ini wajib jika tidak ingin tertangkap.

Saat keluar dari komplek pemukiman, Jangan menunjukan sikap mencurigakan, kalau perlu basa basi dengan petugas keamanan pada pos penjagaan depan.

8. Pergi Keluar Kota


Jika sudah sukses di satu TKP, usahakan segera pindah ke lokasi kota yang berbeda untuk mencari target baru. Jika masih berada di kota yang sama itu akan sangat beresiko. 

Nah, itu tips sukses merampok. Jika ini dilakukan, hasil dengan resiko kejahatan akan lebih berimbang dibanding jambret hp dijalanan atau maling motor. 

Intinya, jangan maling dari orang susah, maling saja dari maling duit rakyat atau kapitalis lintah darat.


                              Perhatian!                                   


Pada bagian akhir tulisan ini, saya cuma ingin mengingatkan bahwa walaupun hasil operasi perampokan menggiurkan namun tetap saja itu uang haram dari sisi agama. Jadi, tidak akan pernah berkah. 

Selain itu, saya menulis ini bukan bermaksud mengajari untuk melakukan kejahatan, tips di atas saya adaptasi dari cerita penjahat profesional yang pernah berbincang dengan saya. 

Ia sudah berhasil mempraktekan modus tersebut dan korbannya sudah sangat banyak dengan tingkat kesuksesan di atas 90%.

Tujuan saya bagikan ini agar semua yang membaca waspada dengan modus seperti ini dan bisa mengantisipasinya.

Terakhir, terserah mau berpendapat apa tentang tulisan ini, semoga saja bermanfaat, bukan bagi calon penjahat tapi bagi pencegahan kejahatan berikutnya.

1 comment: